Serelo header lahat
Peta Sumatra SelatanKata pengantar mengenalkan siapa kami.
Kenangan pada kampung halaman, Indonesia, letaknya di Sumatera selatan kota tempat kelahiran kami di Kota Lahat.
Halaman ini sebagai INTRODUCE siapa kami fan mengenalkan Kabupaten Lahat yang penuh sejarah Famili, kabupaten yang sangat menawan hati, indah banyak tempat yang bersejarah seperti Kawasan Megalit Berusia Ribuan Tahun pemandangan alam yang indah nan menawan, melalui Portal anak Indo yang berupaya mengenalka kepunjuru dunia.
Portal anak indo tetap sekarang sebagai BLOG, RESEP dan COMMUNITY (Terutama Famili dari Lahat sekitarnya)
::admin::
Sumatera Selatan

 

Jauh Dirantau

Lagu bernada melodi kerinduan, lagu yang berirama buat kenangan karena jauh dari tempat kelahiran. Biarpun lagu ini terdengar di telinga kami, biarkan saja bersenandung mengiringi impian setiap hari. Gambaran masa silam selalu melekat di hati kami, bayangan yang berlalu, akan selalu bernada sumbang menggoda diri ini... Kapan, kerinduan ini bakal kembali dan manjadi kenyataan pada diri kami...


 

 

Gerbang masuk LahatKe LAHAT: Dengan singkat saja, kami dari Jakarta naik mobil menuju ke Merak, disana kami berangkat dengan Fery menuju Panjang Lampung, lalu dengan kereta api kami berangkat menuju Prabumulih, disini kami pindah kereta api arah Lubuk Linggau, telah hari petang kami tiba distasion Lahat, kami menginap di Hotel dekat stasion, setelah menginap semalam, besoknya dengan diiringi sanak famili kami naik bus menuju dusun jémé Bungamas, dekat dengan dusun kami berhenti sebentar, ndak salah kami melihat air yang jernih sungai kikim, kemarau membuat air agak rendah, kami rendam kaki dikejernihan air kikim, terasa kesejukan dikaki kami, jah hari itu memang panas sekali. Diantara sanak famili mengeluarkan jale (untuk menjala ikan), tak lama mereka ketawa karena mendapat ikan yang cukup banyak, mang Saidi mengajak jang lainnya membuat api, tak lama ikan telah dijepit oleh mereka dengan bambu, lalu bekal sambal dan garam mereka lumurkan pada ikan, sebentar tercium oleh kami aroma dan asap dari ikan yang telah mereka panggang, bersama bekal nasi yang dibungkus daun pisang, kami ramai-ramai melahap ikan dan nasi dan sambal yang sudah sedia. Rasa ikan sungai kikim memang gurih dan sedap. Menginap di Bungamas, dkelilingi oleh sanak famili, kami ngobrol sampai jauh malam. Besoknya famili membuatkan kami berengkesan ikan tempoyak dan lalapnya jering kabau (semacam jengkol). Setelah puas kami melepaskan rindu, kami kembali ke Lahat dan sempat mampir ke seberang Lematang, menemui famili yang tinngal disana, melewati jeramba (jembatan) gantung yang memmbuat kaki kami gemetaran. Kami disana diundang makan, nasi dari beras baru, sayur terung kerutuk dan sambal caluk (terasi), disetai tumisan taruk gumai (jenis sayuran). Sambil mengobrol di beranda dengan pemandangan sawah dan jauh bukit barisan dan gunung Dempo, sangat indah petang itu. Menjelang magrib kami ngopi dan makan kue talam masin buatan nenek. sudah Isa kami kembali lagi ke Lahat, dan sempat makan malam di Rumah Makan Singgah Kudai. Acara makan dak habis-habisnyo dalam kunjungan kami kali ini, aku hanya mengerutu, oi lemak nian bertandang samo wong Lahat, dak katik yang namonyo idak makan, jangan-jangan kagek aku nih jadi bungok (gemuk). Pokoknjo kalo aku balik kagëk, nak diet baé aku ini.( Kurus) ::pameus::
TENTANG OMAR KRAMER
Rumah kami duluFoto Ayahku selagi muda, sebelum menikah dengan ibu kami, dia mau masuk agama Islam, aktif dengan pengajian dirumah dan ikut bangun mesjit agung pasar lama Lahat, membangun juga kreta api dan bekerja sebagai kepala bagian teknik pemeliharaan Lokomotif dan gerbong.
Hobinya waktu itu memelihara atau berternak ayam, rajin dalam pertemuan dengan para muslimin.
Menara Air satu kebangaanku waktu kecil, megah dan tinggi waktu itu, di lapangan depan Benkel DKA tempatku bermain, sama mamang Saidi, Mang Sjukur dan Mang Amin.
Rumah kami waktu tinggal di Lahat Rumah di jalan Paralel Lahat adalah salah satu bagian perumahan DKA, gedung ini buat pembesar DKA, rumah yg kami tempati banyak pepohonan yang ridang seperti jambu bol, jambu air, belimbing dll, masa kecil yang indah penuh kenangan.
Foto kiriman famili kami Abin Hendar di Lahat (Sumatra selatan).
Bertemunya dengan Abin secara kebetukan lewat Facebookm juga banyak sanak famili yang lainnya.

 

DUSUN BOENGAMAS
Peta LikipaliDi peta diatas jelas tercantum Dusun Bungamas tempat kelahiran Oma Edith, dusun kecil tersebut kini banyak mengalami perubahan, juga generasi kini sudah berkelana kemana-mana, yang dulu telah tiada, pengantinya hanyalah samar-samar, apakah mereka masih mengenal kami, entahlah dalam sanubari kami selalu bertanya, namun jawaban hanyalah merupakan impian belaka. Walaupiun demikian tetap tali ikatan bakal selalu ada dihati kami, sekarang kami hanyalah dapat mengenangnya. kata-kata ini kami kutip dari cerita setelah pameus kembali dari indonesia bersama Oma dan Opa. disusun oleh ::nadia:: Sekitar tahun1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti : Lematang, Pasemahan, Lintang, Gumai, Tebing Tinggi dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat. Bukit Serelo terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, Bukit Serelo merupakan landmark Kabupaten Lahat. Kunjungi saja..jika anda ada perasaan terkait dngan Kikim, Lematang dan Pasemah.
Website Resmi Pemerintah Kabupaten Lahat
FOTO YANG TERKAIT
Sanak FamiliMenara airpameus designBalai Jasa Lahat
SINGGAH KE MAKASSAR ASAL ISTRIKU
Makassar Kunjunganku terakhir pada juni 2008. Mengingatkan aku pada masa lalu
pameusMakassar banyak sekali perubahannya terutama Pantai Losari, Pembangunan dan memperindah kota ini sungguh cepat, wajah baru pada kota dan pantai, makln menarik wisatawan dari mana-mana. Kali ini aku tidak pergi ke Toraja, tetap di Makassar saja bersama istriku, dan seringkali mengunjungi Famili juga melihat Mall yang baru, kesukaanku tetap saja makan ikan bakar dan tentu masakan Padang. ::pameus::
Di Makassar kami menginap di hotel dekat pantai Losari, gampang untuk basis kemana-mana, pertemuan dengan famili, kunjungan kesaudara Oma Tiri kami disuguhi masakan khas Makassar, jaitu makang coto Makassar dengan lepat dan burasa, kami nikmati coto bersama sanak famili sambil ngobrol, karena sudah lama tidak bertemu. Setelah sore kami japa-japa kepantai Losari mau nonton matahari ditelan laut, indahnya tak terlukiskan dengan kata-kata, sempat kami abadikan dengan 8 mm kamera kami. Terus kami sepakat untuk pergi ke Sombo opu, di belakang Akai kami menyikat ikan baronang bakar dengan sambal kemanginya, amboi mak, tak ada yang mampu melarang perutku, nikmatnya bukan main, ditemani udang bakar tentunya. Dari Makassar menuju ke arah utara lewat Paré Paré, kami berhenti sebentar di Kuto yang letaknya dikaki gunung Bamba Puang, sambil melahap buras dan buah-buahan kami memandang ke arah gunung yang tinggi menjulang indah dan perkasa, orang setempat mengatakan inilah gunung Lelaki, dari situ kami berangkat menuju arah Enrekang, sayang tidak sempat mampir, kami terus menuju utara mampir sebentar di pasangrahan untuk memuat foto dan film gunung nona yang kesohor yang namnya ialah Buttu Kabohong, nama inggrisnya Erotic Mountain. Seteh puas beristrahat, kami berangkat menuju desa Barokko tempat kelahiran Oma Puang Tiri Barung putrinya Puang Baroko.

Peta Sulawesi selatanpam dan eusSetelah beberapa hari, di Baroko Tante Kama menyuguhi kami Keju orang Barokko dibuat dati Susu kerbau dengan ramuan untuk membuat kompak jaitu perasan daun papaya, mengapa namanya Danké, kata Tanteku dulu orang Belanda yang membuat resep tersebut, kata danké berasal dari dank je (terimakasih) Kami juga sempat melihat TanahToraja, toch dekat dengan Baroko, satu hari penuh kami keliling dan membuat foto dan film . Demikian perjalanan kami ke Sumatra dan Sulawesi yang banyak kami abadikan pada video kami. Masa yang indah waktu Oma Tiri masih hidup. Jika kawan ada minat untuk melawat ke Sulawesi Selatan dan Toraja, mampir dulu ke situs pemerintah daerah - klik pada logo dibawah. Untuk melihat foto tentang Toraja dan wisata klik pada logo batusura.de

Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasinya diperkirakan sekitar 650.000 jiwa, dengan 450.000 di antaranya masih tinggal di Kabupaten Tana Toraja.[1] Mayoritas suku Toraja memeluk agama Kristen, sementara sebagian menganut Islam dan kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Aluk To Dolo. Pemerintah Indonesia telah mengakui kepercayaan ini sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma.[2]

Sampai disini cerita famili kami, berasal dari kota Lahat Sumatra Selatan, artikel selanjutnya tentang Famili generasi baru yang ada di Holland dan Lahat, terutama sanak famli yang ada di kikim (Bungamas),Empayang, Palembang, Pagaralam, Bandung dan Makassar. ::pameus::
Terimakasih kepada ABIN HENDAR, Kgs HUSIN, MARIO LAHAT dan Kgs Heriyansyah atas bantuan informasi dan juga kiriman foto Lahat dulu dan sekarang, Semoga tali ikatan kita erat sepanjang hayat dibadan, website ini pelampiran isi hati yang tersimpan lama, ku sebarkan untuk sanak famili dan handai taulan, semoga Allah subhanataallah mempertemukan kita walau hanya di alammaya belaka....wsslm pameus