Lambang Lahat header lahat
AgusMario AbinINFO DAN BERITAA
Terimakasih pada Mario Lahat, Agus Harizal Alwie Tjikmat dan Abin Hendar, juga Bujang Lahat (Website) dan Pemda (www.lahatkab.go.id/) YANG TELAH BANYAK MEMBERIKAN INFO, SERTA FOTO DAN ARTIKEL, hal ini sangat penting untuk ikut mempromosika Kabupaten Lahat tercinta. Dibawah ini diambil dari Arkeologi Palembang go.id tentang penelitian arkeologi. Sejak berdirinya Balai Arkeologi Palembang telah melakukan hampir 100 kali penelitian yang meliputi hampir seluruh wilayah kerjanya. Penelitian tersebut dilakukan baik oleh Balai Arkeologi Palembang sendiri maupun bekerja sama dengan instansi terkait seperti Pusat Arkeologi Nasional, BP3 Jambi; pemerintah daerah setempat atau badan-badan luar negeri yang memiliki perhatian terhadap perkembangan arkeologi di Indonesia. Secara umum kegiatan penelitian baik yang bersifat eksploratif, deskriptif, maupun sitesis dapat dibagi berdasarkan periodesasinya yaitu masa prasejarah, Hindu-Buddha, Islam dan Kolonial. Dilihat dari karakteristiknya situs-situs yang telah diteliti terdiri dari berbagai jenis situs, seperti: keagamaan, industri, pemukiman, perkotaan dan sebagainya.

Rumah batuDUA SITUS KUBURAN BATU DITEMUKAN DI LAHAT - Post under
Dua situs kubur batu berbentuk bangunan rumah batu, ditemukan di areal perkebunan kopi Desa Talang Pagarangung, Kecamatan Fajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, Minggu. Menurut Akhmad Rivai dari Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) wilayah kerja Jambi, Bengkulu dan Babel, lokasi penemuan situs yang diperkirakan dibuat pada zaman purbakala atau 5.000 tahun sebelum Masehi (SM) itu, berada di areal kebun kopi milik Lukman, warga Kota Raya Darat, Kecamatan Fajar Bulan, Lahat, berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya desa.
Saat ini di lokasi penemuan situs kubur batu tersebut sudah dilakukan pemagaran, dan dilakukan penggalian untuk mengetahui bagian pintu masuk situs itu. Dari hasil penggalian di salah satu ruangan ditemukan lempengan batu dan pahatan arca kepala berbentuk manusia. Berbagai benda yang ditemukan dari hasil penggalian kini diamankan pemerintah daerah setempat, sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut oleh BP3 Jambi yang membawahi Sumsel.

Pada setiap kubur batu itu juga terdapat pahatan dan lukisan. "Pada bangunan rumah batu atau situs tersebut, terdapat satu pintu berukuran tinggi 1,60 meter dengan lebar dua meter, dan kemudian satu bangunan lagi berukuran tinggi 1,65 meter dan lebar 1,50 meter, yang terdapat pahatan dan lukisan serta arca berbentuk kepala manusia," kata Akhmad Rivai. Ia mengatakan lokasi ditemukannya situs kubur batu itu, berjarak delapan kilometer dari Kota Pagaralam, atau 60 km dari Lahat, berada di lahan perkebunan kopi milik warga setempat.

"Diperkirakan situs kubur batu ini berasal dari zaman purbalaka atau 4.000 - 5.000 tahun sebelum Masehi, dengan kondisi bangunan masih utuh, tetapi tidak ditemukan adanya kerangka manusia sebagaimana layaknya kuburan," katanya. Menurut dia, posisi bangunan tidak mengalami perubahan kecuali ada batu yang berada di lokasi itu sudah retak. Ia mengatakan untuk memastikan berbagai guratan dan benda yang ditemukan pada kuburan tersebut, masih harus dilakukan penelitian oleh Balai Arkeologi. "Kami baru menurunkan tim pengawasan untuk pengamanan situs bersejarah ini, namun untuk mengetahui umur dan jenis benda-benda yang ditemukan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut," katanya.

Kepala Desa Talang Pagaragung Fahrodin mengatakan hasil penemuan itu akan dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Lahat dan instansi terkait lainnya untuk ditindaklanjuti. "Kami sudah mengamankan berbagai temuan yang terdapat dalam bangunan kubur batu itu, termasuk lokasi kubur yang sudah dilakukan penggalian, mengingat ini merupakan benda bersejarah yang harus dilindungi dan dijaga," katanya.

Kabupaten Lahat dibagi menjadi 19 kecamatan dengan 527 kelurahan/desa (14 kelurahan, 509 desa definitif, 4 desa persiapan).
Kabupaten LahatSekitar tahun 1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti Lematang, Pasemahan, Lintang, Gumai, Tebing Tinggi dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat.
Pada masa bangsa Inggris berkuasa di Indonesia, Marga tetap ada dan pada masa penjajahan Belanda sesuai dengan kepentingan Belanda di Indonesia pada waktu itu pemerintahan di Kabupaten Lahat dibagi dalam afdelling (Keresidenan) dan onder afdelling (kewedanan) dari 7 afdelling yang terdapat di Sumatera Selatan, di Kabupaten Lahat terdapat 2 (dua) afdelling yaitu afdelling Tebing Tinggi dengan 5 (lima) daerah onder afdelling dan afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, Kikim serta Pasemahan dengan 4 onder afdelling. Dengan kata lain pada waktu itu di Kabupaten Lahat terdapat 2 keresidenan. Pada tanggal 20 Mei 1869 afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir,serta Pasemah beribu kota di Lahat dipimpin oleh PP Ducloux dan posisi marga pada saat itu sebagai bagian dari afdelling. Tanggal 20 Mei akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Lahat sesuai dengan Keputusan Gebernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Selatan No. 008/SK/1998 tanggal 6 Januari 1988.
Klik pada images untuk format besar

Kabupaten LahatLambang daerah berbentuk PERISAI, PERSEGI LIMA, BERGARIS PINGGIR BENANG EMAS dan WARNA BIRU yang melambangkan perlindungan rakyat daerah dan di dalamnya terdapat lukisan yang diartikan :
Bukit Tunjuk dan Bukit Barisan Melambangkan ciri-ciri khas geografi daerah Kabupaten Lahat yang terdiri dari dataran tinggi, dataran rendah dan tanahnya subur dengan pemandangan alam yang indah

Padi dan Kopi
Melambangkan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lahat yang merupakan penghasil utama padi dan kopi.
Kopi bergugus 8, daunnya berjumlah 19 lembar dan buahnya yang ranum berjumlah 45 buah bermakna bulan dan tahun Proklamasi Kemerdekaan Rebuplik Indonesia yaitu bulan agustus 1945
Sungai
Sungai melambangkan sumber kehidupan masyarakat Kabupaten Lahat sebanyak lima sungai dan sesuai dengan jumlah sila dalam pancasila. lima sungai yaitu : sungai Musi, sungai Lematang, sungai Kikim, sungai Manna dan sungai Lintang
Pita Berwarna Merah dan Garis Tepi Putih Bermakna bahwa kabupaten lahat adalah daerah perjuangan dengan masyarakatnya yang dinamis dan mempunyai semangat kepahlawanan.
Bumi seganti Setungguan Merupakan falsafah hidup masyarakat dan rakyat daerah yang melambangkan pengertian persatuan dan kesatuan yang kokoh, semangat gotong-royong, setia kawan yang mendalam, setia kata dan berpendirian teguh serta bertanggungjawab.
Serelo KABUPATEN LAHAT KAYA TEMPAT WISATA DAN MEGALITIK
Tentang Lahat dan sekitarnya, letak geografis terletak pada posisi 3 derajat 25` lintang selatan - 4 derajat 15`lintang selatan dan 102 derajat 37` barat tengara - 103 derajat 45`.
Luas wilayah Lahat 7.251,93 km2. Iklim tropis dan basah, hujan dengan rata-rata 11 hari setiap bulan, suhu diantara21,37 sampai32,39 derajat. Sungai deras alirannya, karena aliran berasal dari Bukit Barisan. 5 sungai terbesar antaranya Sungai Musi, Sungai Lematang, Sungai Kikim, Sungai Lintang dan Sungai Endikat. Daerah Lahat dikenal sebagai kawasan perbukitan dan pegunungan yang diselangi lembah dan dataran tinggi, karena sebagian kawasan ini dikitari Bukit Barisan dan gugusannya, menyebabkan ketingian antara 400 meter dan 900 meter dari permukaan laut.

Puncak Bukit Dempo sekitar 600 meter dan Gunung Dempo setinggi 3159 m. Keadaan Hutan diwilayah Lahat terdapat macam macam jenis kayu antara lain Meranti, Unglen, Merbau, Seluai, Sungkai, Bambang, Merawan, Tenam, Paku tiang dan Petai. Juga Tanaman Anggrek yang banyak terdapat dihutan belantara. Fauna nya antara lain Harimau, Tenuk, Gugu, Beruang, Siamang, Simpai, Monyet, Rusa, Kijang, Ayam Hutan, Babi, Biawak, Burung, Kambing hutan, Ular, Burung walet dan lain-lainnya.
SELERO yang oleh penduduk setempat menyebutnya Bukit Tunjuk, karena bentuk puncaknya seperti telunjuk mencuak ke- langit, bukit itu terletak sekitar 20 km dari kota Lahat, dari jalan besar, dari Muara Enim terlihat sangat jelas dari arah kiri, dan terlihat sungai Lematang membuat eloknya pemandangan disekeliling bukit. Dibawah bukit terdapat kompleks untuk melatih dan menjinakkan gajah....Juga dibeberapa tempat dibawah bukit ada tempat untuk berkemah dan rekreasi.
Untuk sejelasnya kunjungi Website Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Mengunjungi Daerah Lahat, anda temui alam yang permai, seperti air Terjun, Rumah batu, atau memancing di sungai Lematang.Makanan chas daerah Lahat anda dapat coba di beberapa Warung dan Restauran. ::Sumber dari Lahat::
Sekolah Gajah Perangai Sekolah Gajah ini terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, lokasinya di kaki Bukit Serelo. Gajah-gajah tersebut dilatih supaya jinak dan dapat membantu pekerjaan manusia seperti mengankut barang-barang dan kayu. Tempat ini merupakan salah satu penangkaran gajah di Indonesia.

Sumber air panas Tanjung Sakti SUMBER AIR PANAS TANJUNG SAKTI
Bila anda singgah di Kecamatan Tanjung Sakti, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi lokasi ini.
Sumber Air Panas Tanjung Sakti dapat ditempuh dari Ibukota Kecamatan sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Karena letaknya berada dekat dengan pusat keramaian Kecamatan Tanjung Sakti.Penduduk sekitar atau pengunjung yang datang, sering membuat telur rebus hanya dengan merendamnya sekitar 5 menit dan menyiapkan garam atau merica bubuk, telur siap disantap.
Anda tidak perlu repot-repot untuk membawa telur dari rumah, karena penduduk sekitar menjual telur dikarenakan adanya Sumber Air Panas ini. Letak Sumber Air Panas ini berada tepat dibawah jembatan yang setiap hari dilalui oleh masyarakat sekitar.

Di Desa Pajarbulan, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, peninggalan megalitik ditemukan di pekarangan belakang rumah warga. Batuan ini biasa disebut warga sebagai batu tiang enam. Arkeolog menyebutnya batu tetralit.

Kegunaan tetralit masih menjadi perdebatan para ahli. "Beberapa ahli berpendapat, tetralit merupakan landasan atau umpak tiang rumah," kata Budi. Pendapat ini muncul karena di ujung atas tiang batu itu ada semacam cerukan yang diperkirakan untuk meletakkan tiang rumah. (Tim Penulis Ekspedisi Cincin Api Kompas)

Ikuti Ekspedisi Cincin Api Kompas di http://www.cincinapi.com
Wisata Indonesia Surga Dunia Read more: http://www.wisatanesia.com

Air terjun Lawang Agung AIR TERJUN LAWANG AGUNG
Salah satu potensi wisata yang berada di Kecamatan Mulak ulu ini layak untuk dikembangkan untuk menambah pendapatan daerah dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari jalan utama, lokasi Air Terjun Lawang Agung dapat dicapai dengan menggunakan mobil.
Kondisi jalan menuju lokasi sekitar 500 m, dengan kondisi jalannya menurun dan berbatu-batu kecil. Pada saat perjalanan ke lokasi melewati sekolah SD dan kebun kopi.
Di sekitar lokasi, terdapat jembatan gantung. Aktifitas yang dapat dilakukan dilokasi ini adalah berenang, mancing dan jala ikan.

Dengan melengkapi fasilitas dan sarana umum seperti lahan parkir dan perbaikan kondisi jalan menuju lokasi, diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah dan penduduk sekitar. by bujanglahat
Air terjun Lawang Agung terletak di desa Lawang Agung Lama, Kecamatan Jarai, waktu yang ditempuh kurang lebih 2 jam dari pusat Kota Lahat
.
Untuk menuju ke lokasi ini kita bisa menggunakan motor atau mobil, bagi teman teman yang tidak ingin repot bisa menggunakan jasa angkutan pedesaan (Angdes), cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp. 15.000 plus naik ojek Rp. 5.000 kalian sudah bisa sampai ke lokasi nan indah tersebut.
Sepanjang perjalanan teman-teman akan disuguhi oleh indahnya pemandangan yang masih alami, udara yang terasa sangat segar dan hijaunya dedaunan pohon tropis akan menemani perjalanan indah kita kali ini.

RUMAH BATU KOTA RAYA,PAJAR BULAN-LAHAT RUMAH BATU
Lokasi wisata Rumah Batu terletak sekitar 80 km dari kota Lahat, tepatnya di desa Kota Raya Lembak Kecamatan Pajar Bulan. Rumah Batu ini merupakan salah satu benda megalitik yang pada dindingnya terdapat lukisan kuno berupa makhluk-makhluk aneh Di Kota Raya Lembak Kecamatan Jarai 72 Km dari kota Lahat ditemukan megalith berupa rumah batu yang didalamnya terdapat lukisan kuno dan menyimpan sejuta misteri.

Lukisan dinding rumah batu tersebut sepintas menyerupai burung hantu kadang seperti wajah misterius.
Menurut Prof. Dr. M. Yamin bahwa warna bendera merah putih Indonesia diambil dari warna tetsebut...
Mario Lahat From Wikipedia, the free encyclopedia Pasemah merupakan wilayah dari Propinsi Sumatera Selatan, berada di kaki Gunung Dempo

Tinggalan-tinggalan megalitik di wilayah ini tersebar sebanyak 19 situs, berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Budi Wiyana (1996), dari Balai Arkeologi Palembang. Tinggalan megalitik Pasemah muncul dalam bentuk yang begitu unik, patung-patung dipahat dengan begitu dinamis dan monumental, yang mencirikan kebebasan sang seniman dalam memahat sehingga tinggalan, disebut oleh ahli arkeologi sebagai Budaya Megalitik Pasemah.

TIGER STONE,PAGARALAM,PAGAR GUNUNG,LAHAT,SOUTH SUMATRA BATU MACAN
Batu macan yang terdapat di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun ini sudah ada sejak jaman Majapahit pada abad 14. Batu macan ini merupakan simbol sebagai penjaga (terhadap perzinahan dan pertumpahan darah) dari 4 daerah, yaitu: Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah dan Gumai Talang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari penjaga situs setempat yakni Bapak Idrus, kisah adanya batu macan terkait dengan legenda si pahit lidah yang beredar di masyarakat.
Pada waktu itu, si pahit lidah sedang berjemur di batu penarakan sumur tinggi. Pada saat sedang berjemur, si pahit lidah melihat seekor macan betina yang sering menggangu masyarakat desa, kemudian oleh si pahit lidah, macan tersebut di ingatkan agar tidak mengganggu masyarakat desa. Namun, macan tersebut tidak menuruti apa yang disampaikan oleh si pahit lidah. Padahal si pahit lidah sudah menasehati macan tersebut sampai tiga kali, sampai akhirnya si pahit lidah berucap “ai, dasar batu kau ni”. Akhirnya macan tersebut menjadi batu.
Setelah diselidiki, ternyata macan tersebut adalah macan pezinah dan anak yang sedang diterkamnya adalah anak haram. Sedang macan yang ada di belakangnya adalah macan jantan yang hendak menerkam macan betina tersebut.
Apabila ada wanita disuatu desa diketahui berzinah, maka terdapat hal-hal yang harus dilakukan oleh si-wanita itu, yaitu: menyembelih kambing untuk membersihkan rumah, kemudian sebelum kambing tersebut dipotong, maka orang tersebut harus dikucilkan dari desa ke suatu daerah lain atau di pegunungan.
Kemudian apabila wanita tersebut mengandung dan melahirkan, maka harus menyembelih kerbau. Setelah persyaratan tersebut dilakukan, maka wanita tersebut dapat diterima di masyarakat kembali.

LEBAH RAWANG BIDADARI WATERFALL,KARANG DALAM - LAHAT AIR TERJUN BIDADARI
Tidaklah mengherankan, mengapa Syuting Pembuatan Film “Si Pahit Lidah” yang terkenal itu mengambil setting di lokasi ini. Keindahan Air Terjun Bidadari memang menjadi daya tarik tersendiri.
Nama lain Air Terjun Bidadari adalah Ayek Asam menurut warga setempat. Air terjun yang bermuara ke Sungai Lematang ini memiliki ketinggian sekitar 30 m dengan lebar atas sekitar 10 m dan bawah sekitar 15 m.
Selain menyajikan keindahan alam yang alami, lokasinya pun tidaklah terlalu sulit untuk dicapai. Air Terjun Bidadari terletak di desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang kurang lebih 8 km dari kota Lahat.
Disekitar lokasi Air Terjun tersebut, ada 3 Air Terjun (Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Sumbing dan Air Terjun Naga) lagi yang dapat dinikmati dengan menyusuri aliran dari Air Terjun Bidadari.

Dengan dipandu penduduk sekitar yang sudah mengenal daerah tersebut, anda dapat menikmati keindahan ke 4 air terjun yang alami tersebut dan alam sekitarnya dengan menyusuri sepanjang aliran airnya.
Di sekitar lokasi Air Terjun tersebut, ada sekitar 6 air terjun lagi dan 3 diantaranya adalah Air Terjun Bujang Gadis dengan ketinggian sekitar 4 m, Air Terjun Sumbing dengan ketinggian sekitar 35 m dan Air Terjun Naga dengan ketinggian sekitar 10 m. Ketiga air terjun ini dapat dinikmati dengan menyusuri aliran dari Air Terjun Bidadari hingga ke bawah Air Terjun Naga. Untuk Air Terjun Bujang Gadis berjarak lebih kurang 30 m dari Air Terjun Bidadari. Sedangkan Air Terjun Sumbing berjarak kurang lebih 80 m dari Air Terjun Bujang Gadis. Dan Air Terjun Naga berjarak lebih kurang 50 m dari Air Terjun Sumbing.
Sumber :http://anakulpa.blogspot.com/2010/03/air-terjun-bidadari.html

RDI,
FORMAT Dangdut Modern, Mainstream Pop & Melayu
BROADCAST HOURS 24 jam Link: RDI
pagarnegara lahat
Pemandangan Kota Lahat dari Pagarnegara oleh: Jajang R Kawentar
...rasanya dunia belum mereguknya bekenalan saja baru pada dinding ini seteguk saja bisa mabuk dunia di rumah pagarsari menyediakannya sambil menghisap bukit jempol, barisan buki-bukit dan kiriman dari lembah yang sepoi-sepoi tiada dua rasanya menghantarkan kopi pada dunia sesungguhnya...
Pagarsari, Agustus 2010