Wisata Rammang Rammang, Maros, Sulawesi Selatan
Mario header lahat
megalit

Ide dan foto diambil dari indopeni.blogspot

Sebuah dusun yang indah, terletak dalam kawasan karst, antara kabupaten Maros dan Pangkep, di Sulawesi Selatan. Letaknya di desa Salenrang kecamatan Bontoa kabupaten Maros, kawasan karst ini sangat luas, sekitar 45.000 hektar, sebagian yang luas 20.000 hektar termasuk kawasan taman nasional Bantimurung Masros Sangatlah bangga karena kawasan karst ini termasuk kawasan karst terbesar di dunia, yang pertama adalah kawasan karst di Yunnan, Tiongkok Selatan. Unesco telah memasukkan kawasan karst Maros-Pangkep ini sebagai kawasan cagar alam dan telah memenuhi syarat, sembilan syarat ini termasuk keragaman hayati, termasuk yang unik dengan adanya peninggalan manusia purba, yang dapat dilihat pada beberapa dinding dalam gua.

 



MarioPatut juga dikunjungi juga Kampung Barua, karena meliputi pendesaan yang kecil, dikelilingi oleh bukit bukit batu yang sangat unik bentuknya, bagaikan dipahat
sedemikian rupa, warna yang sangat kontras dengan sawah dan kehijauan di sekelilingnya, sangat puas mata melihat hamparan hijau dari sawah dan pepohonan, warna bukit batu yang bentuknya sangat artistik, karst bagaikan lukisan alam yang maha dahsyat, tiada kata yang dapat diucapkan, kecuali mata yang penuh kepuasan, indahnya alam ini.
Untuk yang ingin kesini ada perahu motor milik nelayan, yang dapat disewa, dari dermaga ini melintasi sungai pute, mata kita disajikan indahnya gugusan bukit batu karst.
H ijaunya pohon, dan jernihnya air sungai, sepanjang tepi sungai terhampar pohon nipah, setelah melewati dua bukit karst, terhamparlah di depan mata kampung Barua.
Perahu akan merapat didermaga, terhamparlah suatu pemandangan yang indah, bukit bukit batu yang menjulang tinggi, sawah hijau dan kolam ikan yang di buat oleh penduduk
Jangan dilewatkan bila kalian ke Sulawesi Selatan, buatlah photo yang membuat yang lainnya akan terpersona dengan keindahan alam Indonesia.

 

 

 


 
 
Tourism Mamminasata. Rammang Rammang In the Maros District Of South Sulawesi Province
Jika melihat video ini, tergugahlah keinginan untuk menyaksikan keindahan daerah ini, jika kalian ingin melancong kesana carilah lewat google dengan kata kunci MAROS dan Kampung Remang-Remang untuk mempersiapkan peteluangan anda nanti.
Sejarah tentang Maros senantiasa terkait dengan keberadaan manusia pra-sejarah yang ditemukan di Gua Leang-leang, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung (sekitar 11 km dari Kota Maros atau 44 km dari Kota Makassar). Dari hasil penelitian, arkeolog menyebutkan bahwa gua bersejarah tersebut telah dihuni oleh manusia sejak zaman Megalitikum sekitar 3000 tahun sebelum Masehi (nyaris satu zaman dengan Nabi Nuh yang wafat 3043 tahun sebelum Masehi) yang selanjutnya turun-temurun atau beranak-pinak hingga saat ini. Sehingga, untaian sejarah tersebut menjadi "benang merah" tentang asal-muasal orang-orang Maros atau biasa disebut dengan istilah "Putera Daerah".
Bunga bangkai

LOKASI

Terletak di Dusun Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.

AKSES

Destinasi wisata ini berjarak sekitar 40 km arah utara Kota Makassar, dan kurang lebih 10 km arah utara Ibukota Kabupaten Maros. Untuk menuju ke lokasi ini, bisa ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan bermotor, dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam perjalanan dari Kota Makassar, dan sekitar 15 menit perjalanan dari Ibukota Kabupaten Maros. Objek wisata ini berupa objek wisata alam dan sangat mudah dijangkau karena hanya beberapa meter dari jalan raya lintas provinsi.

FASILITAS DAN AKOMODASI

Untuk penginapan disana, wisatawan tidak akan menemukan penginapan. Tidak adanya biaya untuk berkumjung ke tempat-tempat destinasi tersebut. Kecuali biaya untuk menyewa perahu keliling pegunungan melewati sungai. Indeks istilah umum: telaga yang ada di maros, pulau ramang, ramang ramang, ramang-ramang maros, wisata di maros.

INFO DARI GOCEELEBES.COM

 

 

 

Comment

Rimbang Kemambangheader lahat
air terjun lintang kecilSINJAR BULAN ASET YANG TERSEMBUNYI
Senin,30 november 2009 pagi itu langit di atas Lahat mendung tapi tidak menyurutkan niatku untuk pergi ke Desa Sinjar Bulan Kec.Gumay Ulu Kabupaten Lahat. Semua perlengkapan seperti kamera, tripod dan perlengkapan lainnya sudah kusiapkan semalam. Tepat jam 8.30 pagi aku dan Agus (sepupuku) langsung meluncur dengan vespa kebanggaan Agus. Setengah jam kemudian sampailah kami di Kantor Kecamatan Gumay Ulu. Kandi (Mantan Kades Sumber Karya dan saat ini sebagai staf di kecamatan) menyambut kedatangan kami.

Setelah kami menyampaikan maksud kedatangan kami dan kamipun meluncur ke Desa Sinjar Bulan yang berjarak 1 km dari Kantor Camat Gumay Ulu dengan ditemani Paeran (staf kecamatan) .Dari Desa Sinjar Bulan kami berlima yang terdiri dari Agus, Kandi, Paeran, Fandi dan aku melanjutkan berjalan kaki ke Air Terjun Lintang.
Setelah keluar dari desa tertulis pemberitahuan KAWASAN HUTAN SUAKA MARGA SATWA GUMAI PASEMAH. Dari desa ini kami harus berjalan sekitar 5 km untuk melihat Air Terjun Lintang.
Petualangan ini, aku sebut sebagai petualangan sebab menurut keterangan yang kudapat belum ada yang pernah mendokumentasikan untuk di publikasikan seperti yang aku lakukan,menurut Kandi dan Fandi (pemandu jalan) kami adalah team pertama yang datang kesini. Jalanan yang becek, menanjak dan sempit tak membuat aku lelah walau badanku belum 100% kembali normal sebab selama 8 bulan aku berada di Alaska dan Florida, Amerika yang berbeda waktu 12 jam dengan Lahat.
Jam 11 siang di Sinjar Bulan berarti jam 11 malam di Florida. Aku baru 6 hari berada di Lahat lagi. Jalanan terus menanjak dan akupun bertambah semangat untuk melihat keindahan Air Terjun Lintang yang belum pernah kulihat selama ini. Petualangan pertama kami akan melihat air terjun dari atas. Ketika kami menyeberangi sungai yang berair jernih berjembatan bambu, aku bertanya sungai apa ini? Kandi menjelaskan ini sungai Lintang Kecil dan di sebelah utara kami adalah air terjun, tapi kami belum bisa melihatnya. Setelah melewati perkebunan kopi penduduk dan jalan menurun kamipun dapat melihat keindahan Air Terjun Lintang Kecil.

Aku sempat terkagum-kagum dan menyebut asma Allah karena keindahannya. Baru berjalan 100 m kami menemukan sungai yang Fandi sebut Sungai Lintang Besar. Dan tempat kami berdiri tepat diatas Air Terjun Lintang Besar Kemudian perjalanan dilanjutkan untuk melihat kedua air terjun dari sungai Lintang. Kami menyusuri sungai Lintang Besar kemudian jalanan terus menanjak dengan kemiringan 45 derajat dan sampailah kami di perkebunan kopi. Dari sini lalu jalanan mulai menurun kearah sungai Selangis, tapi sebelumnya kami sempat tersesat sebab jalan menuju air terjun ini sangat jarang dijalani.
Dari sungai Selangis yang berair keruh lalu kami belok kiri masuk ke sungai Lintang yang berair jernih.sSekitar 100 m menyusuri sungai Lintang terlihatlah dengan jelas Air Terjun Lintang Besar. Alhamdulillah sampailah kami di air terjun nan indah ini.
Terdengar juga Agus mengucapkan asma Allah berkali-kali. Aku segera membuka tas kameraku dan menyeting bersama tripodnya. Berkali-kali kameraku merekam keindahan karunia Allah terhadap masyarakat Gumay ini, selain megalith Tinggihari. Air Terjun Lintang Besar bertingkat dua, ketinggian tingkat satu 30 m
dan tingkat dua 50 m.
Mario Kemudian kami menyusuri sungai Lintang Kecil untuk melihat lebih dekat dan menjepret Air Terjun Lintang Kecil yang memiliki ketinggian 90 m. Dan ini merupakan air terjun tertinggi di Lahat. Sebenarnya dari sungai Lintang kita bisa melihat kedua air terjun tersebut tapi pepohonan disekitar sungai Lintang menghalangi untuk bisa menjepret kedua air terjun nan menawan ini. Puas sudahlah hati kami dengan sejuta kenangan indah yang tak mungkin terlupakan. Akhirnya kami pulang ke Sinjar Bulan tapi di tengah jalan mantan Kades Sinjar Bulan mempersilahkan kami untuk menyicipi kelezatan durian tembaga khas Sinjar Bulan. Sesampai di desa, kami lanjutkan untuk melihat peninggalan purbakala yang telah berusia 3000 tahun. Di Sinjar Bulan juga ada komplek megalith bernama Batu Nek Nambeng yang berjumlah 6 megalith dan sedikitnya 4 air terjun yakni : Air Terjun Lintang Besar, Lintang Kecil, Lempaung, Hujan Panas dan Petai Semoga kelak dikemudian hari masyarakat Sinjar Bulan akan menikmati hasil dari kekayaan dan keindahan alam serta peninggalan purbakala dari nenek moyang mereka dengan menghidupkan potensi pariwisata yang mereka miliki. DIMUAT DI LAHAT POS TGL 3 DESEMBER 2009.
Mario,putra Lahat Pemerhati wisata telah berkunjung ke hampir 200 kota wisata di 100 negara
Terowongan Gunung GajahJalur kereta api di Sumatera Selatan dan Lampung mulai dibangun tahun 1911. Lintas pertama yang dibangun adalah dari Pelabuhan Panjang, Tarahan menuju Tanjung Karang, Lampung sepanjang 12 km. Lintas ini mulai dioperasikan 3 Agustus 1914. Pada waktu yang bersamaan dibangun pula jalur dari Kertapati kearah barat menuju Prabumulih, Sumatera Selatan tapi jalur ini dibuka 1 Desember 1916.
Pembangunan jalur kereta api ini terus ke barat hingga Lahat, Tebing Tinggi dan berujung di Lubuk Linggau yang dibuka 1933. Jalur simpangpun dibuka ke arah Tanjung Enim.

Pada tanggal 22 Februari 1927 jalur dari arah Kertapati akhirnya bertemu dengan jalur dari Tanjung Karang di Prabumulih. Pada waktu itu rel yang berhasil dibangun Zuid Soematera Spoorwegen (ZSS) panjangnya mencapai 529 km. Semuanya menggunakan lebar sepur 1.067 mm. Kini panjangnya mencapai 720 km.
Usai PD I, resesi ekonomi melanda perusahaan ini sehingga pembangunan rel terhenti.
Namum tahun 1925 ada rencana untuk melanjutkan pembangunan rel dari Sumatera Selatan menuju Sumatera Barat dan Tapanuli. Dalam rencana ini Stasiun Lubuk Linggau, Sumatera Selatan akan terhubung dengan Rantauprapat, Sumatera Utara. Namun hingga kini program tersebut belum terwujud.

Di tahun 2000an ini ada program besar pembangunan jalur kereta api di Sumatera yakni Trans Sumatera Railway. Dalam mega proyek ini jalur kereta api akan saling bertemu sepanjang Pulau Sumatera. Dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan akan menyambung ke Teluk Bayur-Muaro, Sumatera Barat hingga Rantau Prapat, Sumatera Utara dan Banda Aceh. Akan ada jalur kereta api bawah laut dari Dumai menuju Malaysia dan dari Panjang,Lampung menuju Merak,Banten.



Pembukaan Jalur Kereta Api Jalur TahunStasion Lahat tempo dulu:

Sejarah Kreta api di Sum-sel
Pembukaan Jalur Kereta Api Jalur Tahun Panjang – Tanjung Karang 1914 Tanjung Karang – Labuhan Ratu 1915 Negara Ratu – Martapura 1915 Kertapati – Prabumulih 1916 Prabumulih – Gunung Megang 1917 Labuhan Ratu – Tigeneneng 1917 Tigeneneng – Haji Pemanggilan 1919 Haji Pemanggilan – Blambangan 1921 Blambangan – Kotabumi 1923 Gunung Megang – Muara Enim 1923 Prabumulih – Baturaja – Martapura 1924 Kotabumi – Cempaka 1925 Lahat – Tebing Tinggi – Lubuk Linggau 1933 By Mario Lahat.


Lokomotif sekarang


TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Potensi ekonomi Indonesia yang makin bagus dalam setahun terakhir membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menanamkan investasi. Di ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN, terdapat pertemuan penting yang membahas hubungan investasi China di Indonesia. Tuan rumah mendapatkan proyek riil yang akan dimulai bulan depan, bekerja sama dengan lembaga keuangan dan investor asal negeri Tirai Bambu tersebut. Kali ini kawasan Sumatera, khususnya lajur Sumatera Selatan dan provinsi Lampung mendapat berkah dengan terealisasinya kesepakatan pendanaan antara PT Bukit Asam Transpacific Railways dengan China Development Bank (CDB) dan China Railways Group Limited (CRGL). Proses penandatanganan kesepakatan pengucuran dana dan pengerjaan proyek mulai bulan depan tersebut dilakukan, Jumat (18/11/2011) pagi, di Hotel Westin, Bali Tourism Development Centre (BTDC). Proses tersebut menandai bakal dibangunnya rel kereta api khusus untuk angkutan batubara yang akan menghubungkan Tanjung Enim di Provinsi Sumatera Selatan dengan Bandar Lampung, di provinsi Lampung. Total investasi yang dikucurkan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 11,7 triliun.

Stasion LahatBalai jasa LahatGerbong batubaraMenara air
Pameran Tunggal MarioBapak Wari (Bupati Lahat), Bpk Alex (Gubernur Sumsel) menuju Gedung Pameran didampingi Mario
Kanan Berita dari:
Erwida Maulia, The Jakarta Post, Jakarta | Thu, Mario Lahat - 01/06/2011 1:36 PM | Headlines

Comment

header lahat
footer
MarioWah sayang sekali ya belum di manfaatkan secara maksimal, misalnya dibuat kolam pemandian ,kata seorang kawan yang melihat kondisi sumber air panas di bawah jembatan di desa Pajar Bulan kecamatan Tanjung Sakti Pumi. Tak berapa lama kami berada di tepi sungai Manna tepat di bawah jembatan, datanglah 2 orang pemuda seorang berusia 14 tahun dan seorang lagi berusia 20 tahun membawa 2 ekor ayam ke tepi sungai yang berjarak hanya 2 meter dari kami.

Kamera kesayanganku masih dalam peganganku setelah aku melakukan beberapa jepretan ke sumber air panas. Ketika aku menoleh ke arah dua pemuda tersebut, ternyata mereka akan menyembelih ayam. Ayam pertama telah mereka potong dan mereka injak agar tak lepas kesungai, begitu pula dengan ayam kedua. Setelah kedua ayam tersebut mati mereka masukan kedalam sumber air panas yang bersuhu lebih kurang 100 derajat celcius, kemudian mereka bersihkan ayam tersebut di tepi sungai. Sedang seorang kawan yang datang bersamaku membawa beberapa telur dalam plastik hitam yang hendak dia rebus dalam sumber air panas. Tidak lebih dari 10 menit, telur-telurpun telah masak dan siap untuk dimakan.

Demikianlah rupanya masyarakat disekitar sumber air panas yang terletak dibawah jembatan sungai manna, mereka manfaatkan untuk merebus telur atau membersihkan ayam. Tidak heran ketika aku pertama kali turun ke tepi sungai terdapat banyak darah yang masih segar, mungkin beberapa waktu yang lalu ada orang yang menyebelih ayam disini. ”Kalau saja ini di Jawa tentu sudah jadi tempat pemandian yang mendatangkan uang” ujar kawanku lainnya yang berada disampingku.

Aku masih dengan kameraku dan merekam setiap sudut air panas dibawah jembatan yang sudah dikenal masyarakat kabupaten Lahat sejak lama. Sumber air panas di Tanjung Sakti ini layak dijadikan tempat tujuan wisata kalau saja dikelola secara serius yang akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Dari sumber air panas ini kami putar balik dan menuju sebuah gereja. Gereja di desa Sumber air panas Tanjung SaktiPajar Bulan kec.Tanjung Sakti Pumi konon merupakan gereja tertua di Sumatera Selatan, dibangun oleh misionaris sejak jaman kolonial dulu. Gereja berdinding kayu bercat warna putih, dengan dinding batu setinggi 2 meter, beratap seng dan memiliki menara setinggi sekitar 15 meter. Sedang disebelah kiri gereja terdapat sebuah bangunan kayu berlantai dua beratap seng dan berjendela kaca. Bangunan ini dibiarkan tanpa cat dan terkesan tua. Gereja dan bangunan disebelahnya yang telah berusia lebih dari 50 tahun merupakan juga asset wisata yang terletak sangat dekat dengan sumber air panas.

Hanya beberapa ratus meter dari gereja tua, tepatnya di depan rumah dinas camat Tanjung Sakti Pumi terdapat sebuah gang yang telah di semen, kami menyusuri gang dengan lebar sekitar 1,5 m. Dan 300 m kemudian terdapat area pemakaman, disebelah barat pemakaman ini terngonggok 6 batu yang disebut masyarakat setempat sebagai “Batu Tiang Enam”. Saat ini kondisi Batu Tiang Enam ditumbuhi semak belukar dan sangat sulit untuk mengambil gambar ke 6 batu secara keseluruhan karena terhalang semak belukar dan pohon bambu. Kondisinya sangat tidak terawat.

Ketiga obyek wisata yang terletak di desa Pajar Bulan kec.Tanjung Sakti Pumi telah lama di ketahui masyarakat Kab.Lahat namun karena beberapa hal sehingga tidak berkembang bahkan dilupakan orang,terlihat dari kondisi seperti Batu Tiang Enam yang sangat memprihatinkan dan sumber air panas yang belum sama sekali disentuh.

Batu Tiang EnamSelain ketiga obyek wisata tersebut juga terdapat sebuah air terjun yang terdapat di desa Jambat Tiang Batu. Letak air terjun sekitar 300 m dari jalan lintas PagarAlam –Tanjung Sakti. Jalan menuju ke air terjun hanyalah jalan tanah yang tidak terjal, sehingga mudah dijangkau. Air terjun ini disebut “Air Terjun Pemandian Ratu”. Menurut penuturan seorang kawan lokasi ini belum lama dibuka. Air terjun dengan lebar 4 m dan tinggi 8 m cukup deras airnya, terdapat lubuk dibawahnya sehingga dijadikan penduduk untuk mencari ikan.Disekitar air terjun terdapat perkebunan kopi yang juga dijadikan sebagai mata pencarian utama penduduk daerah ini.

Tanjung Sakti Pumi yang berjarak 33 km dari Pagar Alam sebelumnya merupakan satu kecamatan dan saat ini terbagi menjadi dua,yakni Tanjung Sakti Pumi dan Tanjung Sakti Pumu.Jalan menuju ke kecamatan ini sangat memadai selain lebar juga dalam kondisi baik terpelihara.Jalan yang berkelok dan sedikit naik turun malah menambah keindahan dalam perjalanan.Tapi sejumlah jembatan masih dalam ukuran cukup untuk satu kendaraan roda empat,untuk itu bagi yang berkendaraan roda empat harus hati-hati bila melintasi jembatan.

Harapan kita bersama kelak pesona Tanjung Sakti dapat dikembangkan menjadi tempat tujuan wisata minimal untuk masyarakat kab.Lahat dan sekitarnya.

Gereja tua di Tanjung Saktiair terjun pemandian ratuRumah panggungTanjung Sakti
bujang lahatMenemukan website "bujang lahat" seorang Pemuda yang juga mengenalkan keindahan Kabupaten Lahat. Detail tentang itu silahkan kunjungi website "bujang lahat".
sebagai nama blog ini dengan tujuan untuk mencoba memperkenalkan “Bumi Seganti Setungguan” kepada dunia, karena disinilah suara tangisannya pertama kali bergema. Itulah sedikit cerita tentang dia, semoga hari-harinya penuh makna dan bermanfaat bagi semua. Amien…
For Visit Blog Bujang Lahat
rumah bugisBugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Penciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat-istiadat, sehingga pendatang Melayu dan Minangkabau yang merantau ke Sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi, juga dikategorikan sebagai orang Bugis.[2] Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 2000, populasi orang Bugis sebanyak sekitar enam juta jiwa. Kini orang-orang Bugis menyebar pula di berbagai provinsi Indonesia, seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Orang Bugis juga banyak yang merantau ke mancanegara.
Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata "Bugis" berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan "ugi" merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang atau pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayah dari Sawerigading. Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar di dunia dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio. Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di Ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra I La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk, Kaili, Gorontalo dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton. Sumber: WIKI

Comment

MENGENANG KAMPUNG HALAMAN
Mario header lahat
Mario Lahat“Kita akan memperkenalkan Bumi Seganti Setungguan kelebihan yang dimiliki, sehingga turis manca negara tertarik datang dan melihat dari dekat objek wisata yang ada di Lahat tercinta, dan tentunya menambah pendapatan asli daerah(PAD) dari sektor pariwisata”. Demikian penyataan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lahat Ibu Sri Muliati SH.MM di Lapos tanggal 24 Maret 2010. Dan pada halaman pertama Lapos tertulis” 30 Maret, Tim Kesenian Lahat ke Belanda”.

Saya sebagai putra Lahat sangat bangga bahwa Tim Kesenian Lahat bisa tampil di luar negeri dengan menyajikan tari-tarian khas Lahat dengan harapan seperti dituturkan Kadisbudpar Lahat ”pihaknya sekuat tenaga akan mempertunjukan dihadapan duta besar, pejabat Negara Belanda, yang terbaik dari Negara Indonesia, sehingga melalui promosi ini Kabupaten Lahat khususnya dapat dikenal oleh Negara lain dan tentunya banyak wisatawan manca Negara mengunjungi”.
Saya sangat setuju namum saya lebih sangat setuju kalau infrastruktur pariwisata yang ada di Kabupaten Lahat di benahi dulu sehingga kawasan wisata tersebut nyaman untuk dikunjungi para wisatawan baik domestic maupun manca Negara.
Kalau kondisi pariwisata Kabupaten Lahat masih seperti saat ini kemana kita akan membawa mereka?.

Sampai detik ini tidak ada satupun objek wisata di Kabupaten Lahat yang layak untuk dikunjungi. Satu contoh Taman Ribang Kemambang yang berlokasi di Kecamatan Kota Lahat yang sangat dekat dengan pusat pemerintah Lahat, saat ini kondisinya cukup memprihatikan. Jalan menuju ke Rumah Adat dan Kebun Binatang , tidak ada perbaikan begitupun dengan Rumah Adatnya. Semestinya rumah tersebut hanya untuk dikunjungi bukan untuk rumah tinggal yang kondisi nya terkesan kumuh.

MarioTak jauh beda kondisi Sekolah Gajah dan Bukit Serelo, makin hari makin memprihatikan. Hampir semua fasilitas yang pernah dibangun habis tertelan semak belukar. Air terjun di Karang Dalam tak jauh berbeda.
Saat ini untuk menuju ke air terjun, hanyalah jalan ke kebun yang berlumpur dan licin ketika hujan, tak heran bila tak ada lagi orang yang mau berkunjung ke sini lagi.
Apakah dengan kondisi seperti yang ada saat ini kita akan membawa atau menjamu wisatawan manca Negara? Apakah kita sudah siap seandainya duta besar dan pejabat Negara Belanda datang ke Lahat dengan kondisi seperti ini? Apakah jalan menuju tempat wisata layak dilalui oleh wisatawan manca Negara? Apakah tempat parkirnya sudah memadai?.

Apakah ada tempat souvenir yang bisa mereka beli?. Apakah fasilitas toilet layak untuk mereka?. Dan masih banyak apakah lainnya yang harus dibenahi dulu setidaknya fasilitas atau infrastruktur seperti jalan menuju lokasi dan jalan di lokasi wisata, tempat parkir, toilet dan factor penunjang lainnya.

Promosi, apalagi promosi kesenian merupakan satu bagian pendukung dari wisata. Jadi dalam hal ini yang harus di rencanakan dan dikembangkan adalah infrastruktur di kawasan wisata bukan promosi keseniannya. Apa yang penulis sampaikan merupakan hasil survey di hampir 200 kota wisata di luar Indonesia.
Semoga besok atau lusa Kabupaten Lahat yang mempunyai potensi wisata terbesar di Sumatera Selatan ini akan berkembang dan menjadi kawasan wisata unggulan Sumatera Selatan.
Kabupaten Lahat bukan saja terkenal akan kota pelajar juga sebagai kota wisata.
DI MUAT DI LAHAT POS TANGGAL 1 APRIL 2010

 


KLIK PADA FOTO UNTUK FORMAT BESAR
wisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_bigwisata_big
MENDENGARKAN RADIO INDO DARI BELANDA
radio online
Indo Radio,
Internet Radio untuk Indonesisch di Belanda, Maluku, dan Indonesia, untuk siapa saja yang mencintai musik. Dengan ini kami ingin dan berharap agar Indo Radio, menjadi radio internet yang disukai dan mengenal bagian kultur kami, terutama untuk kaum musisi, juga kebudayan, juga untuk generasi muda baru termasuk para pendengar yang belum terbiasa dengan kehadiran Indo Radio. Indo Yayasan Radio Netherlands juga mengajak (termasuk Indo Radio) berkomitmen untuk Indonesisch(peranakan) musisi, penulis, seniman, penghibur dan pengusaha dengan ide-ide inovatif. (terjemahan bebas dari homepage Indo Radio)
Link:INDO RADIO
IndoRock, Rock & Roll, Country, Keroncong (Krontjong), Maluku, Hawaiian, Wayang, Gamelan, Hoorspelen Indische Kerkdienst, Interviews, Nieuws, Berichtendienst, Kook cursus ~~~ Rhythm & Blues, Easy Listening en met natuurlijk de beste Pop Jazz muziek uit Indonesie

Bunga bangkaiBunga bangkai atau suweg raksasa
atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m.

Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya.

Banyak orang sering salah mengira dan tidak bisa membedakan bunga bangkai dengan Rafflesia arnoldii. Mungkin karena orang sudah mengenal Rafflesia sebagai bunga terbesar dan kemudian menjadi bias dengan ukuran bunga bangkai yang juga besar.
Bunga bangkai untuk jenis-jenis yang termasuk dalam genus Amorphophallus juga dapat di jumpai pada hutan hujan tropis yang berada di Kalimantan Utara tepatnya berada di Stasiun Penelitian Hutan Tropis (SPHT) Taman Nasional Kayan Mentarang di Lalut Birai, Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau.

sumber WIKIPEDIA

 

 

 

Comment

Macam Hidanganheader lahat
agusSenin 10 januari 2011 jam 16:25
KAWASAN peninggalan pra sejarah ditemukan di Desa Sinjar Bulan, yang merupakan salah satu desa yang banyak peninggalan sejarah yaitu batu megalit.
Di desa tersebut terdapat puluhan batu megalit berbagai jenis mulai cari Arca, Dolmen, Lesung Batu dan Lumpang Batu.
Pantauan terdapat enam arca di kawasan tersebut, namun 5 diantaranya sudah rusak karena tidak lagi memiliki kepala. Selain itu terdapat juga satu lesung batu, dua lumpang batu dan puluhan dolmen.
Letak masing-masing batu tidak terlalu jauh hanya berjarak dua sampai lima meter. Selain sejumlah arca yang tidak memiliki kepala lagi, ada juga beberapa dolmen rusak. Selain itu terdapat beberapa batu yang masih belum digali dan belum tampak jelas bentuknya, namun sudah terdapat beberapa ukiran yang menyerupai wajah manusia.

Batu megalit juga masih banyak di perkebunan warga setempat. Menurut Ical (35), warga Desa Sinjar Bulan Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat, Minggu (9/1), salah satu arca di desa tersebut dinamakan warga setempat Batu Nek Nambeng, yang menurut warga batu itu sudah ada sejak desa tersebut berdiri. Namun tidak seperti arca lainnya yang ada dikawasan Kecamatan Gumay Ulu, Arca Batu Nek Nambeng belum dipagari pemerintah setempat.
"Selain itu di kawasan tersebut banyak arca yang sudah rusak akibat dihancurkan tangan yang tidak bertanggung jawab.
Ada lima arca yang sudah tidak memiliki kepala lagi, karena menurut warga setempat sudah dihancurkan oleh orang yang mempercayai bahwa dikepala batu tersebut ada harta karun," ungkapnya. Dikatakannya, batu ini disebut warga kami merupakan Batu Nek Nambeng, Nama ini diberikan oleh pesirah (Kepala dusun) pada zaman dahulu.
megalitSementara itu petugas Balai Arkeologi (Balar) Palembang Kristantina mengatakan, desa Sinjar Bulan bisa disebut sebagai permukiman megalitik. Karena di kawasan tersebut banyak terdapat batu megalit berbagai jenis mulai dari Arca, Lumpang Batu, Lesung Batu dan Dolmen. "Kita sudah mendata semua megalit yang ada di Desa Sinjar Bulan tersebut, dan memang di desa ini banyak temuan batu megalit dengan berbagai jenis," ujarnya. Dikatakannya, di lokasi tersebut memang bisa dikatakan pemukiman megalit. Karena di kawasan itu juga ditemukan tempat pemujaan.

Selain itu kawasannya juga berdekatan dengan sungai. "Memang di kawasan itu banyak ditemukan arca dan dolmen. Hal inilah yang menguatkan bahwa di Desa Sinjar Bulan tersebut dulunya merupakan pemukiman zaman megalitik," ungkapnya. (agus harizal alwie tjikmat/asnadi-pimpred suara nusantara, sudah dipublikasikan di HARIAN UMUM SUARA NUSANTARA edisi Senin 10 Januari 2011)
Sumber: Antara Menurut Hernando, megalit yang sudah ditemukan berupa arca, dolmen, kursi batu, singgasana, dan beberapa lainnya. Namun berbagai peninggalan sejarah ini sebagian besar masih terkubur di dalam tanah di bukit Kayu Manis, dan lahannya sebagian besar milik warga setempat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kota Pagaralam, Safrudin, mengatakan penemuan lokasi megalit yang baru ini akan menambah perbendaharaan peninggalan bersejarah di Pagaralam, dan akan segera dilakukan pendataan.
"Kita akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi penemuan megalit tersebut, dan nantinya akan dilakukan kerja sama dengan BP3 Jambi dan Balai Arkeologi Palembang untuk melakukan penelitian," ujarnya.
megalit Pagaralam Selasa 7 december 2010 om 14:40
Kampung megalit kembali ditemukan di Desa Gunung Megang Kecamatan Pajarbulan atau berjarak sekitar 15 KM dari Kota Pagaralam, Minggu (5/12). Berbagai macam jenis megalit ini letaknya berada di tengah persawahan warga seluas satu hektar yang berjarak sekitar 500 meter dari Desa Gunung Megang.

Posisi benda bersejarah yang diperkirakan sudah berumur ribuan tahun ini terpencar antara satu arca ke jenis arca lainnya. Di antara salah satu situs terdapat di Kampung Megalit yang ditemukan sejak beberapa bulan lalu itu, adalah arca manusia menungang gajah, megalit gajah, arca putri, lesung batu, lumpang batu, dolmen serta puluhan peninggalan sejarah lainnya. Meskipun hanya ditemukan di atas ladang sayur seluas satu hektare, tapi jika dilihat kondisi tempat tersebut masih banyak megalit yang belum tergali.
Berdasarkan keterangan warga setempat masih banyak situs tersebar di sekitar daerah tersebut, tapi belum ada penanganan dari pihak terkait sehingga dibiarkan saja layaknya batu gunung yang tidak memiliki nilai sejarah.
Menurut Yandari, (35) pemilik lahan lokasi megalit, di areal persawahan ini hampir sebagian besar permukaannya ditemukan bebatuan berupa megalit dan arca, baik berupa lesung batu, arca berbentuk manusia, hewan, tempat pemujaan, dolmen, dan termasuk megalit berbagai bentuk lainnya.

“Hingga saat ini belum ada upaya pembebasan lahan dari pemerintah di lokasi sejumlah penemuan megalit ini, karena semua berada di lahan sawah dan sebagian lahan ditanami sayuran, dua lahan sawah itu terdapat sekitar 20 batuan termasuk megalit yang saat ini belum mendapat perhatian baik dari Dinas Pariwisata setempat, maupun dari pihak Balai Arkelogi dan BP3 Jambi," ujarnya.

Dikatakannya, hanya di daerah ini yang sebagian besar lahannya dipenuhi jenis batu megalit, namun baru sedikit sudah dilakukan penggalian dan pemeliharaan, bahkan ada sebagian lagi hilang tertimbun tanah karena belum dipasang pembatas. Sementara itu Petugas Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3 Jambi) wilayah kerja Jambi, Sumsel, Bengkulu dan Babel, Akhmad Rivai, mengatakan memang sudah banyak ditemukan megalit, arca atau peninggalan bersejarah tersebar di daerah Pagaralam dan Lahat. "Hanya saja kalau untuk daerah yang paling banyak ditemukan benda bersejarah tersebut, berada di satu lokasi baru di daerah Desa Skendal dan Gunung Megang ini," katanya lagi. "Kita sudah lakukan berbagai langkah akan segera pembebasan lahan, termasuk pemagaran lokasi situs dan menunjuk juru kunci untuk menjaga serta memelihara keberadaan berbagai peninggalan bersejarah tersebut," ungkapnya.
Namun demikian, keberadaan megalit yang cukup banyak hanya di satu lahan ini menandakan daerah itu dahulunya merupakan perkampungan nenek moyang terdahulu, sebab selain arca dan ada juga beberapa bangunan batu yang menjadi tempat pemujaan," katanya. (suaranusantara)Foto: http://rejang-lebong.blogspot.com
Rumah adat PagaralamWarga Kota Pagaralam, menemukan keris berumur ratusan tahun peninggalan puyang "Raje Nyawe" di puncak Gunung Api Dempo. Sebetulnya ada dua jenis benda pusaka peninggalan puyang "Raja Nyawa" yang berhasil ditemukan yaitu keris dan tasbih.
Demikian diungkapkan Wahadi, warga Kampung II Kelurahan Gunung Dempo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Rabu (30/11). Menurut dia, kedua benda pusaka ini berukuran panjang sekitar 30 centimeter dan besarnya sama dengan keris pada umumnya. "Sedangkan tasbih berwarna putih, sementara ukuran dan bentuknya sama dengan yang sering kita lihat," ungkap dia. Ia mengatakan namun untuk mendapatkan berbagai bendan pusaka ini dibutuhkan berbagai ritual termasuk semedi di puncak Gunung Api Dempo. "Sebelumnya saya juga pernah mendapat tungkat naga peninggalan puyang "Raje Nyawe" di puncak Dempo," ungkap dia. Ia mengatakan, penemuan semua benda pusaka ini dilakukan melalui berbagai ritual khusus dan pendekatan secara supranatural atau gaib. "Kebetulan saat itu saya sedang berada di puncak Gunung Api Dempo, seperti biasa ritual yang dilakukan dengan berzikir dan melakukan sahalat malam. Ketika sedang melakukan ritual itulah muncul sinar warna putih dan setelah didekati ternyata benda pusata tersebut," ungkap dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Senibudaya, Sukaimi, mengatakan untuk mendukung Pagaralam, sebagai daerah cagar budaya sudah dibangun berbagai sarana pendukung, seperti musium terbuka dan termasuk rencana pembangunan musium tempat menyimpan benda pusaka. "Kita sudah membuat musium replika megalit di halaman kantor Pemkot Pagaralam, diatas lahan seluas 1/2 hektar," ungkap dia. Dia mengatakan, pembuatan musium ini bukan hanya untuk mendukung wisata sejarah tapi sebagai bentuk pelestarian berbagai aset budaya sejarah yang tersebar di daerah Pagaralam. "Kita ingin bila wisatawan yang datang ke Pagaralam, tidak harus mengunjungi satu persatu lokasi megalit tapi cukup datang ke musium di Komplek Perkantoran Gunung Gare. Selain lokasinya terbuka dan keberadaan musium juga merupakan penghias keindahan taman perkantoran," ungkapnya. (asn)
Kawah gunubg DempoGunung Dempo adalah gunung yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan.
Secara geografis, Gunung Dempo terletak di antara Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu. Tak heran jika Gunung Dempo ini disebut sebagai pembatas Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu. Tepatnya, Gunung Dempo ini berada di Kota Pagar Alam, Palembang. Sesuai dengan namanya, Kota Pagar ini adalah sebuah kota yang dikelilingi oleh sebuah pegunungan yang bernama Pegunungan Bukit Barisan. Puncak tertinggi dari kawasan Pegununungan Bukit Barisan adalah Gunung Dempo.
Satu lagi daya tarik dari Gunung Dempo yang menjadikan gunung ini sangat popular khususnya bagi kalangan pecinta alam. Daya tarik tersebut tak lain adalah kawah Gunung Dempo yang dapat berubah warna pada waktu-waktu tertentu. Kawah Gunung Dempo dapat berubah warna menjadi biru, putih, atau pun hijau. Perubahan warna pada kawah Gunung Dempo inilah yang kemudian membuat banyak wisatawan sangat penasaran dan ingin segera mengunjunginya. Namun perlu diperhatikan untuk tetap berhati-hati ketika sedang mendaki Gunung Dempo ini karena medannya yang cukup sulit dan menantang. Pada saat sudah mencapai lokasi kawah, sangat dihimbau bagi Anda para pengunjung untuk tetap jaga jarak demi keamanan dan keselamatan Anda. sumber: YUKPEGI

Comment