Jembatan AmperaKali aku iseng
menjelajahi dunia maya, atau katakan saja internet, mencari apa yang patut untuk di baca dan dilihat. Kalau bosan pada website sendiri, pengen tau bagaimana perkembangan website tetanggaku.
Memang sudah lama dan aku masih males untuk update situsku, baru sekarang aku mempelajari lebih dalam tentang Css, usaha ini berhasil, juga dengan membuat page yang berhalaman 2 atau 3 colomn, dengan Joomla versi baru ini semua Page kuganti dengan Css style, style lama secara style Table tidak di pakai lagi, demikaianlah sedikit keterangan dari admin.
Dayli foto Baiklah ini kisah sedikit foto bercerita untuk isi blog kuringku. Pertama aku tunjukkan makanan Palembang, kuambil dari website temanku Zanial Mazalisa.

Lahat, Kikim, Bungamas dan Pagardin
Penjual Es
Inilah penjual es dogan (kelapa muda) di Palembang, ternyata ibu yang menjadi penjualnya.
Minuman pelepas dahaga bila panas tengah hari sudah menyegat badan,
satu gelas ya ibu, banyakin es nya ya ?.
Otak otak
Soal makanan enak sekali kalau ketemu yang namanya otak-otak asli buatan orang Palembang, karena biasanya memakai ikan tenggiri yang terkenal rasa nikmatnya. Aku di Belanda sudah mencoba dengan bermacam ikan, tetapi ga bisa seenak yang di Palembang, padahal resepnya sama dan mengolahnya juga pake daun pisang untuk membungkusnya. Pengen Resepnya? Nanti akan ku masukkan, ga janji, memang baru rencana kok.

Bugis
Jajanan berikutnya ialah bugis, jajanan nostalgia menurutku, resep dari jaman ke zaman, tetap pouler dan disukai, bugis ini membuatnya seperti juga ada di resep dapur kita dengan Description: Bugis adalah makanan tradisi, jaman ke jaman tetap disukai dan di buat di dapur kita.. Seandainya kamu mau coba bikin, cobalah resepnya disini
Lemang
Pernahkah anda mencoba makanan yang namanya lemang, dibuat dan dimasak didalam bambu, aroma rasa sangat sedap dan nikmat untuk sarapan pagi. Sudah bertahun-tahun aku ga pernah makan jajanan ini, sayang di Belanda ga ada bambu, kalo ada sudah lama kubikin, Biarlah kenang-kenangan saja yang ada di diriku, masa remajaku di Lahat dan Palembang….
Bukit SeleroMenceritakan Lahat, kota kabupaten tempat kelahiranku, sudah puluhan tahun aku ga melihatnya, juga sebagai kota kenangan yang bagiku indah dan alamnya sangat kusenangi, satu ingatanku adalah bukit tunjuk, yang tak ada duanya didunia, megah mencuak seolah olah menunjuk ke langit, namanya saja macam-macam, ada yang menyebutnya bukit jempol, ada juga yang menamakannya bukit selero..
Bukit Selero
Ini Foto ini menampilan latar belakang bukit selero, kontras dengan
bangunan sekitarnya..
Bukit Selero
Ini Foto yang jelas dan lebih dekat dari seberang sungai Lematang
Rumah Lunjuk
Dari kawanku yang berasal dari daerah kikim namanya
Khairudin, kukenal setelah ia mampir ke situsku Portal anak Indo, karena
aku merasa bangga aku juga ada darah kikim, aku beberapa kali kunjungi
situs temanku ini, khairuddin.dagdigdug.com. begini ceritanya, kebetulan penjaga rumah lunjuk ini adalah Bapaknya khai. Nah ikutilah ceritanya:
Jika anda tertarik dan percaya dengan hal-hal yang berbau mistis atau
anda mempunyai keinginan atau cita-cita yang belum tercapai, anda bisa
mencoba mendatangi objek wisata yang satu ini. Rumah Lunjuk namanya, berlokasi di Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat.
Untuk menuju tempat tersebut dapat dicapai dengan menggunakan kendaran roda 4 atau roda 2 hanya dengan waktu kurang lebih 1 jam. Dari jalan utama Lintas Sumatera kira-kira 1,7 KM melalui jalan berbatu dan berlubang kecil dengan melewati perkebunan kelapa sawit, begitu memasuki desa tempat Rumah Lunjuk berada, kondisi jalan aspal yang baru, dengan kata lain kondisi jalannya lebih baik dari jalan sebelumnya. Kurang lebih 300 m dari awal masuk desa, lokasi Rumah Lunjuk sudah dapat dicapai.
Rumah Lunjuk
Dimana Lahat?, dimana Bungamas?, dimana Pagardin, tentu kamu bertanya, ada apa disana? Buat aku adalah suatu ingatan tentang masa lalu, sekarang ini? Tentu telah banyak perubahan, kemajuan dan juga generasi baru, yang dulu yang tua sudah tidak ada lagi, cuma yang muda telah mempunyai jalannya sendiri, kami meninggalkan kisahnya tersendiri, hanya buat mencoba untuk kembali ke masa lalu…Terakhir ini
kulampirkan peta kecil dimana letaknya Lahat, Bungamas dan Kikim…
Lambang Seganti
Untuk melihat selanjutnya kunjungi website Kabupaten Lahat
Sampai lain waktu tentang foto yang bercerita, aku coba lagi mencari inspirasi, apa ya? untuk lain kali?

3 Responses to “Melawat lewat dunia maya…Kikim”
Membalas email Teman asal dari Pagerdin, sekarang tinggal di Jakarta, juga member dari id.joomla, sekarang juga telah menjadi member Portal anak indo dari boengamas dot com, tentang siapa dia ialah orang asal kikim yang pertama kontak denganku, tadinya dia tak percaya aku juga ada darah kikim bungamas, inilah cerita untuk kamu,
kita kenalkan daerah kita, moga ikatan kita tak akan luntur sepanjang masa. keindahan daerah kita tetap berada dalama ingatan kita selalu. pameus.

khairuddin responded:
Kalau nanti kita panjang umur dan aku sudah jadi orang kaya, aku akan pulang ke kikim bersama Pam.
Kita bisa menjala ikan di sungai kikim, atau membuat lemang untuk kita makan bersama.
Menjelang makan malam, kita hidangkan tempoyak ikan lele. Pas ditengah malam yg dingin kita siapkan beberapa gelas untuk ngopi bersama. Akh…sebuah impian - yg indah- tak tahu tercapai apa tidak.
PS : Aku ingin menulis tentang “Keramat Pamah lebuay” tp baru draft. Foto2nyapun blm ada, krn tempatnya jauh dihutan belantara.
Rencananya lebaran nanti aku mudik sekalian Take Picture of Pamah Lebuay” Pamah = Rawa | Lebuay = Nama sebuah pohon yg besar sekali Nanti tulisan itu dimuat di Portal anak Indo saja.
Anggap saja sebagai souvenir dari Sriwijaya

admin responded:
Khai, terlambat balas comment awak, waktu aku kecil dulu, aku dengar cerite dari neneng di kikim, dusun Muaraempayang, itu cerite tentang manusia jadian ( Jeme halus atau katanye masumai, disitu deket dusun
kalo malam terang bulan malam ke 14, jeme halus ini pesta pora, dekat pohon yg besak sekali, ade juga ceite neneng tentang manusie jadian dari harimau, pacak awak cari dak cerite ini??? Dulu, jamannya aku, ikut betandang tengah malam, ke rumah besak, tempat pertemuan same gadis, disitu berpantun, nyanyi dan saling lempar surat digulung kecik, oi asyik nian jaman itu.. Nah khai aku tunggu ceritenye, same foto, kalo pacak senang nian aku….
Wasalam dari pameus.