Print
Category: Lalap Sayur Buah
Hits: 6504
Macam Hidangan Lalap adalah sayur-sayuran yang biasa disajikan beserta masakan Indonesia. Lalap menyerupai salad, yang banyak dijumpai di makanan barat, walau begitu khas bagi lalap adalah bahwa sayur-sayur lalap tidak dimakan bersama saus (dressing) atau bumbu-bumbu. Lalap biasa dimakan bersama nasi dan lauk-pauk lainnya (ayam goreng, ikan goreng, sambal, dan sebagainya). Sayur-sayuran yang biasa digunakan antara lain selada, kacang panjang, timun, tomat, daun pepaya, daun singkong, dan kemangi. Sayur-sayuran ini biasanya dihidangkan dalam keadaan mentah atau untuk sayur-sayuran seperti daun singkong dan daun pepaya sebelumnya direbus terlebih dahulu. Karena terdiri dari banyak sayuran yang belum dimasak, lalap banyak mengandung serat yang baik bagi pencernaan. Lalapan banyak di jual di pedagang kaki lima sebagai bagian dari menu ayam goreng, lele goreng tahu tempe goreng dan disajikan dengan sambel terasi tomat.
Lalapan yang akan dimakan mentah sebaiknya di cuci terlebih dahulu untuk menghilangkan residu pestisida yang ada, khususnya lalapan dari budidaya yang intensif.
Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan.
Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


KENIKIR DAN KEDONDONG

Lalap KenikirKenikir atau ulam raja
merupakan terna tropika yang berasal dari Amerika Latin, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kenikir adalah anggota dari Asteraceae. Manakala tumbuhan bunga yang berwarna kuning jarang digunakannya sebagai ulam, yang berwarna ungu merupakan sayuran ulam yang sangat populer dimakan mentah bersama nasi atau dicacah dengan budu, sambal terasi, tempoyak, serta cincalok.
Berdasarkan kajian tempatan, kenikir mengandung 3 persen protein, 0,4 persen lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A.
Lalap KedondongKedondong
adalah tanaman buah yang tergolong ke dalam suku mangga-manggaan (Anacardiaceae).
Tanaman ini dikenal pula dengan nama ambarella, hog plum, hevi (Filipina), mokah (Kamboja), gway (Myanmar), makak farang (Thailand).
Buah kedondong dapat dimakan langsung dalam kondisi segar, atau sering pula diolah menjadi rujak, asinan, acar atau dijadikan selai.
Buah ini memiliki biji tunggal yang berserabut. Daun dijadikan penyedap dalam pembuatan pepes ikan.
PEGAGAN DAN KECIPIR
lalap pegaganPegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan. Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.
KecipirKecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) D.C.) adalah tumbuhan merambat polong mudanya dimanfaatkan sebagai sayuran. Kecipir berasal dari Indonesia bagian timur. Di Sumatera dikenal sebagai kacang botol atau kacang belingbing. Nama lainnya adalah jaat (bahasa Sunda), kelongkang (bahasa Bali), serta biraro (Ternate).
Daun dan buah muda dijadikan sayuran, biasanya direbus atau dijadikan semacam sup. Daun juga berkhasiat sebagai obat radang anak telinga. Akarnya menggelembung, membentuk umbi yang dapat dimakan. Biji dan daun mengandung flavonoid, saponin, dan tanin.

JENGKOL DAN JERING KABAU

Jering KabauJering atau jengkol (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
Biji jengkol dapat dimakan segar ataupun diolah. Olahan paling umum adalah disemur, dan dikenal oleh orang Sunda sebagai ati maung atau "hati macan". Secara berkelakar orang juga menyebutnya sebagai "kancing levis" karena bentuknya yang bundar diasosiasikan dengan kancing pada jins Levi's. Bijinya lunak dan empuk. Tekstur inilah yang membuatnya disukai. Aromanya agak menyerupai petai tetapi lebih lemah. Namun demikian tidak demikian bila sudah dibuang dari urin. Selain disemur, biji jengkol juga dapat dibuat menjadi keripik seperti halnya emping dari melinjo, dengan cara ditumbuk/digencet hingga pipih, dikeringkan dan digoreng dengan minyak panas. Efek negatif bau sebenarnya dapat dikurangi dengan perendaman atau perebusan. Bau pada waktu kencing dapat dikurangi apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang cukup.
Jering KabauKabau adalah lalapan sejenis petai atau jering. Kabau berupa buah yang lonjong berwarna hijau dan berbentuk seperti kacang polong, tapi kalau dibelah kulitnya berjejer beberapa buah, berkulit hitam dan berdaging hijau di dalamnya. Biasanya, tanaman ini hidup di daerah tropis, dan termasuk tumbuhan liar yang tumbuh di hutan-hutan Sumatera. Buah ini berbau tidak sedap seperti jering dan petai, inilah yang menjadikan kabau sebagai sayuran yang dikonsumsi layaknya kedua tumbuhan tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kabau merupakan buah yang beraroma tidak sedap yang dapat dikonsumsi. Nama lain dari kabau adalah jering hutan atau jering tupai.

Di daerah Rejang, kabau dikonsumsi sebagai lalapan dan biasanya dikonsumsi dengan nasi yang bergulai lema, tempoyak, ataupun gulai khas Sumatera lainnya. Berdasarkan pengalaman yang ada, kabau memiliki zat kapur yang seperti dimiliki jering. Ini bisa mengakibatkan kaput, yang ditandai dengan susah buah air seni dan adanya zat seperti kapur yang keluar bersamaan dengan urin.

SELADA AIR DAN DAUN RUKU RUKU

Selada airSelada Air (Nasturtium officinale, N. microphyllum; sebelumnya Rorippa nasturtium-aquaticum, R. microphylla) merupakan tanaman yang sangat kaya akan sulfur, nitrogen, dan yodium. Selada air merupakan salah satu pencuci darah yang baik disamping juga merupakan Tonic terhadap penyembuhan gangguan liver dan ginjal. Untuk membuat Tonik: Adukkan Jus di dalam air dengan perbandingan 1:4 (satu bagian jus terhadap 4 bagian air) dan minumlah dua sendok teh penuh delapan kali sehari selama dua minggu.
Selada termasuk famili Asteraceae dan genus Lactuca. Yang termasuk dalam famili ini adalah selada daun. Selama ini banyak orang salah kaprah dan menganggap selada daun sama dengan selada air, padahal selada air berasal dari famili yang berbeda. Selada daun memiliki daun berwarna hijau segar, tepinya bergerigi atau berombak, dan lebih enak dimakan mentah. Varietas selada daun yang ditanam di Indonesia umumnya berasal dari luar negeri.
Ruku rukuBumbu daun yang banyak dijumpai di daerah Provinsi Sumatera ini memberikan aroma segar dan mengurangi rasa amis pada masakan ikan, daging atau ayam. Tanaman Ruku-Ruku (Ocimum sanctum L.) termasuk tanaman perdu yang tumbuhnya sbisa mencapai 50 cm. Sepintas aroma dan bentuknya mirip daun kemangi dengan sensasi sedikit ada rasa pedas ketika dikunyah. Bentuk daunnya lebih kecil dari daun kemangi, ada yang berwarna hijau dan agak keunguan. Bumbu daun ini banyak dijumpai dalam masakan Padang, seperti pada hidangan gulai ikan maupun masakan berkuah santan lainnya. Aroma segar yang ditimbulkan dari daun ruku-ruku dapat mengurangi aroma amis pada olahan ikan, udang, daging maupun ayam. Biasanya digunakan dalam bentuk segar, pilih daun mudanya, cuci bersih. Masukkan ke dalam masakan beberapa saat sebelum hidangan diangkat. Teks & Foto: Budi Sutomo. Khasiat Buah dan sayuran untuk kesehatan tubuh

KACANG PANJANG DAN SELADA

Kacang panjangKacang Panjang (Vigna cylindrica (L.))
Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit.
Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut. Ia mudah didapati di kawasan panas di Asia.
Dimakan sebagai lalap rasanya renyah dan agak manis, juga untuk di masak sangatlah populer
Morfologi Tumbuhan Tanaman kacang panjang merupakan tanaman semak, menjalar, semusim dengan tinggi kurang lebih 2,5 m.
Batang tanaman ini tegak, silindris, lunak, berwarna hijau dengan permukaan licin.

Daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau.
Bunga tanaman ini terdapat pada ketiak daun, majemuk, tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan, mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai, panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu.
Buah tanaman ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan panjang 15-25 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda.
Akarnya tunggang berwarna coklat muda (Hutapea et al., 1994)
Selada KeritingSelada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Produksi selada dunia diperkirakan sekitar 3 juta ton,yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan.
Selada mempunyai kandungan mineral, termasuk iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan pottsaium, sehingga selada mempunyai khasiat terbaik dalam menjaga keseimbangan tubuh. Kulit luar yang hijau adalah yang paling baik. Dimasak perlahan-lahan selama 15 menit merupakan obat penderita insomnia.
Dari : indomedia.com/intisari/2000/nov Cos atau Romaine lettuce, L. sativa varietas longifolia yang daunnya panjang-panjang. Salah satu head lettuce yang terkenal sebagai Iceberg pernah merajai pasar-pasar swalayan kita sebagai selada modern yang terjangkau oleh masyarakat metropolis Pulau Jawa. Daunnya yang hijau muda keputih-putihan membentuk kepala kompak seperti kubis sampai dikira kubis. Di Inggris Amerika ia disebut cabbage lettuce, karena bentuknya seperti blasteran antara selada dan kubis.(Slamet Soeseno)
Ada empat kelompok budidaya selada:
PETAI (PETE) DAN GANDARIA
PetaiPetai, pete (IPA:pète), atau mlanding (Parkia speciosa) merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong-polongan (Fabaceae), anak-suku petai-petaian (Mimosoidae). Tumbuhan ini tersebar luas di Nusantara bagian barat. Bijinya, yang disebut "petai" juga, dikonsumsi ketika masih muda, baik segar maupun direbus.
Pohon petai menahun, tinggi dapat mencapai 20m dan kurang bercabang. Daunnya majemuk, tersusun sejajar. Bunga majemuk, tersusun dalam bongkol (khas Mimosoidae). Bunga muncul biasanya di dekat ujung ranting. Buahnya besar, memanjang, betipe buah polong. Dari satu bongkol dapat ditemukan sampai belasan buah. Dalam satu buah terdapat hingga 20 biji, yang berwarna hijau ketika muda dan terbalut oleh selaput agak tebal berwarna coklat terang. Buah petai akan mengering jika masak dan melepaskan biji-bijinya.Biji petai, yang berbau khas dan agak mirip dengan jengkol, dikonsumsi segar maupun dijadikan bahan campuran sejumlah menu. Sambal goreng hati tidak lengkap tanpa petai. Sambal petai juga merupakan menu dengan petai.

Biji petai biasanya dijual dengan menyertakan polongnya. Namun demikian, pengemasan modern juga dilakukan dengan mengemasnya dalam plastik atau dalam stirofoam yang dibungkus plastik kedap udara. (Sumber WIKI) Lihat selanjutnya di WIKI

GandariaGandaria (Bouea macrophylla Griffith)atau nama lokal lainnya jatake adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand.

Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung. Daunnya digunakan sebagai lalap. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan.

BELIMBING WULUH DAN TERUNG

Belimbing wuluhBelimbing sayur, belimbing wuluh, belimbing buluh, atau belimbing asam adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia. Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Buahnya yang memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.
Akhir abad kedelapan belas birambie yang dibawa ke Jamaika dari Timor dan sekarang ini buah di seluruh Karibia dan Amerika Selatan telah menyebar. Ini adalah tinggi 5-10 m, pohon cemara dengan batang pendek dan cabang meningkat tajam. Daun pohon ini dimakan sebagai sayuran. Ada dua jenis birambie: yang memanjang dan bulat. Variasi ini bernama latin Phyllanthus acidus juga disebut grosella "Blimbing asam" atau asam Blimbing untuk membedakan bentuk saja. Karena di Belanda banyak pendatang dari Karabia dan Suriname, buah ini banyak di temui di Toko mereka. Untuk yang dari Indonesia lumayan bisa membuat masakan seperti ikan santan dan daging. liat di RESEP DAPUR
Terong lalap - SayurTerung (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya adalah India dan Sri Lanka. Terung berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat.
Terong lalap ungu berbentuk bulat, rasa agak manis, renyah, tekstur daging empuk sehingga enak dimakan mentah. Warna buah ungu mengkilap. Tahan simpan terutama pada suhu kamar. Ada juga yang berwarna hijau, dan biasa dimasukkan sebagai bahan sayur lodeh.
Memang enak lalapn terong (terung) lai saja didapur urang sunda , asal ada sambal dan ikan, pasti mantap.
Sewaktu aku kecil nenekku sering masak Terung hijau bulat ini dengan resep senderhana, namanya Terung Kerutuk dimakan dengan Nasi, sambal dan Ikan Sepit ( ikan dipanggang dan dijepit sama bambu - dari daerah Kikim).
TEKOKAK (TERUNG PIPIT) DAN LALAPAN URANG SUNDA
Terong lalap - SayurTakokak atau terung pipit (Solanum torvum Sw.) adalah tumbuhan dari suku terung-terungan (Solanaceae) yang buah dan bijinya dipakai sebagai sayuran atau bumbu. Nama dalam perdagangan internasional tidak baku, beberapa di antaranya adalah turkey berry ("buni turki") atau mini-eggplant ("terung mini").

Nama lain di daerah-daerah adalah rimbang (Minangkabau) dan tekokak.
Buahnya bisa dimakan, baik yang muda maupun yang tua. Penggunaan buah takokak umum di dalam masakan Sunda, dan diperlakukan seperti ranti (leunca), yaitu dijadikan lalap atau dimasak sayur. Di Thailand, buah takokak muda menjadi bagian dari kari sayur yang populer. Orang Laos dan Kamboja juga memanfaatkan buahnya.Aku tinggal di Belanda, tekokoak banyak didapat di Toko orang Suriname, sering aku mencapurkan pada sambal taoco, atau lodeh.

Lalapan urang SundaTentang lalapan dan rempah untuk masakan, hanya yang kukenal saja aku dapati, seperti foto foto kebanyakan aku temukan lewat internet, terpaksa karena aku tinggal di Belanda, disebabkan aku ingin info ini dapat menjadi satu, supaya tidak hilang begitu saja buat aku dan kerabatku, lewat Wiki dan juga situs yang dapat kutemui, mencari info yang pernah kualami, banjak juga cerita dan banyak penerangan yang kudapat, seperti ada satu situs tentang Buah Indonesia Yang Sudah Langka, Buah2 an ini memang bisa di bilang langka, karena dari kata2 nya aja udah ga pernah dengar. Nah, kalau kamu udah pernah nyobain buah ini, wah ,pasti seneng banget dong.. karena buah ini sudah termasuk langkah buatku nostalgia sekali, terbayang sewaktu remajaku di Lahat, sekarang sayang sudah susah menemui macam buah2an yang pernah kurasa dan nikmati, tidakkah ada atau belum ada dari generasi sekarang yang mau untuk membina dan menghidupkan lagi kultur sayur dan buah2an langkah itu, agar tidak hilang dan punah dan hilang begitu saja. Semoga nanti ada yang akan merintisnya. (pameus)
MENTIMUN DAN KEMANGI
mentimun Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.
Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.
KemangiKemangi adalah terna kecil yang daunnya biasa dimakan sebagai lalap. Aroma daunnya khas, kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau. Daun kemangi merupakan salah satu bumbu bagi pepes. Sebagai lalapan, daun kemangi biasanya dimakan bersama-sama daun kubis, irisan ketimun, dan sambal untuk menemani ayam atau ikan goreng. Di Thailand ia dikenal sebagai manglak dan juga sering dijumpai dalam menu masakan setempat.

Kemangi adalah hibrida antarspesies antara dua spesies selasih, Ocimum basilicum dan O. americanum. Ia dikenal juga sebagai O. basilicum var. anisatum Benth. Aroma khasnya berasal dari kandungan sitral yang tinggi pada daun dan bunganya.

Masyarakat Minangkabau menggunakan tumbuhan sejenis kemangi yang dinamakan dengan ruku-ruku yang di dalam Bahasa Thailand disebut sebagai bai kra pao. Ruku-ruku biasanya digunakan untuk memasak gulai ikan dan asam padeh (asam pedas).

Daun kecil yang memiliki rasa sedikit pedas ini memiliki kandungan minyak atsiri, protein, kalsium, fosfor, besi, dan sulfur. Sehingga, daun berharum khas ini “kecil-kecil cabe rawit”. Bahkan, kemangi juga dipercaya mampu mengurangi bau badan.
sumber: Visit Website


 
 
Daftar Pusaka dan Sumber
Hutapea, J.R., 1994, Inventaris Tanaman Obat Indonesia (III), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan, Jakarta.
Wikipedia bahasa Indonesia dimulai pada tahun 2003 dan saat ini telah memiliki 154.781 artikel
Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.